Antisipasi Pemerintah Cegah Masuknya Varian Omicron

Posted by Blogger Palembang on 19 January, 2022 | ...

Antisipasi Pemerintah Cegah Masuknya Varian Omicron

Antisipasi Pemerintah Cegah Masuknya Varian Omicron

Timbulnya variasi baru Omicron membuat pemerintahan Indonesia coba lakukan sangat jarang mengantisipasi. Satu diantaranya ialah perpanjang periode karantina untuk mereka yang tiba di luar negeri. Tindak lanjuti munculnya variasi Omicron, karantina aktor perjalanan internasional, baik Masyarakat Negara Indonesia (WNI) dan Masyarakat Negara Asing (WNA) di luar 11 negara asal kehadiran yang sementara ditutup masuk Indonesia (Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong), jalani karantina 7 hari.

Juru Berbicara Satuan tugas Pengatasan COVID-19 Wiku Adisasmito sampaikan, periode karantina itu semakin bertambah, dari yang awalnya 3 dan 5 hari, sekarang jadi 7 hari. Lalu, apa lamanya waktu karantina terkini ini efisien memperhitungkan variasi Omicron, yang di-claim bisa lebih cepat menyebar?

"Penentuan 7 hari karantina sudah diputuskan berdasar sisi efektifitas dan efektivitas di tengah-tengah usaha mengantisipasi extra pada variasi baru," terang Wiku. Usaha karantina, lanjut Wiku Adisasmito, terus akan dilaksanakan rekonsilasi dan dipelajari bersamaan perubahan kasus COVID-19 atau ada variasi COVID-19 yang banyak muncul di dunia.

Ketentuan karantina 7 hari sama sesuai termaktub dalam Surat Selebaran Satuan tugas No. 23 Tahun 2021 mengenai Prosedur Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Periode Wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID 19).

Ketentuan Skrining dan Test Ulangi PCR Periode Karantina

Tidak cuman ketentuan karantina 7 hari, khusus WNI yang mempunyai kisah perjalanan ke beberapa negara yang terverifikasi variasi Omicron, yaitu Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong di dalam 14 hari akhir masih tetap dibolehkan untuk kembali lagi ke Indonesia.

Ketentuannya, kewajiban jalani karantina sepanjang 14 hari. Selainnya karantina, usaha skrining aktor perjalanan internasional masih tetap dilaksanakan, salah satunya skrining administratif (sertifikat vaksin, hasil yang negatif COVID-19, dan visa/arsip imigrasi simpatisan yang lain) dan usaha testing ulangi.

Sama sesuai Surat Selebaran Satuan tugas No. 23 Tahun 2021, yang diterima Health Liputan6.com, ketentuan skrining dan test ulangi periode karantina, yakni di saat kehadiran, dilaksanakan test ulangi RT-PCR untuk aktor perjalanan internasional ke mereka yang jalani karantina 7 dan 14 hari.

Seterusnya, dilaksanakan test PCR ke-2 di hari keenam karantina untuk aktor perjalanan internasional yang lakukan karantina dengan durasi waktu 7 x 24 jam atau di hari ke-13 karantina untuk aktor perjalanan internasional yang lakukan karantina dengan durasi waktu 14 x 24 jam.

Bila hal test ulangi RT-PCR memperlihatkan hasil yang negatif, untuk WNI dan WNA dikenankan meneruskan perjalanan dan disarankan untuk lakukan isolasi mandiri sepanjang 14 hari dan mengaplikasikan prosedur kesehatan. Bila hasil test positif, untuk WNI dilaksanakan perawatan di dalam rumah sakit dengan ongkos dijamin pemerintahan dan WNA harus memikul ongkos secara berdikari.

Tags :
Featured Post
Copyright 2021 Blogger Palembang - Cantik - HariAsia - Type Approval Indonesia