Berolahraga Menggunakan Jaket Bisa Dehidrasi

Posted by Blogger Palembang on 09 January, 2022 | ...

Berolahraga Menggunakan Jaket Bisa Dehidrasi

Berolahraga Menggunakan Jaket Bisa Dehidrasi

Salah satunya rutinitas yang sudah dilakukan beberapa orang dalam olahraga ialah menggunakan jaket. Ini umumnya dilaksanakan untuk menambahkan jumlah keringat yang dikeluarkan seorang.

Olahraga kenakan jaket supaya badan lebih berkeringat tidak disarankan hanya karena kurangi kandungan air pada tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi, begitu dokter specialist penyakit dalam dr. Umar Nur Rachman, Sp.PD.

"Nach ini terkadang warga belum juga memahami ya. Mereka berasumsi jika saya berkeringat, karena itu saya telah olahraga. Terus ia olahraganya gunakan jaket. Walau ia ditimbang turun berat tubuhnya, itu air (pada tubuh) yang keluar," tutur Umar saat dialog online beberapa lalu.

Disamping itu, Umar menerangkan jika beberapa pasien diabetes berasumsi jika jalan kaki tanpa kenakan alas kaki itu baik. Kenyataannya, Umar menjelaskan jika hal tersebut malah harus dijauhi oleh pasien diabetes.

"Pasien diabetes ini lebih banyak ya, ia menduga jalanan tidak gunakan sandal itu baik. Selanjutnya ia jalan di krikil itu ya tidak gunakan sandal. Memang rasanya nyaman karena pasien diabet itu kan kakinya seperti kebas getho ya. Jika ia jalan di krikil itu rasanya nikmat," kata Umar.

"Tetapi automatis pertama ia resiko cedera. Pasien diabet kan harus gunakan alas kaki ke mana saja. Ke-2 , ia pun tidak dapat olahraga secara baik. Karena minimum itu olahraga jalan cepat untuk pasien diabet. Nach jalan cepat ya harus gunakan sepatu," tambahnya.

Keringat Bukan Pokok Olahraga

Oleh karenanya, Umar menjelaskan jika jumlahnya keringat yang dikeluarkan saat olahraga bukan point khusus. Karena hal yang perlu jadi perhatian saat olahraga ialah durasi waktu dan intensitasnya.

"Olahraga teratur ini karakternya harus continue ya. Jika dianjurkan sich 3 sampai 5x satu minggu ya. Durasi waktunya sekitar di antara 30 menit dengan pemanasan dan pendinginan," papar Umar.

"Ini harus kita ketahui ya jika sebagai sasaran (olahraga) itu ialah renyut nadi optimal. Renyut nadi optimal itu jika intensif olahraga kita sekitaran 70 % dari renyut nadi optimal," pungkasnya.

Tags :
Featured Post
Copyright 2021 Blogger Palembang - Cantik - HariAsia - Type Approval Indonesia